Jumat, 09 Juli 2010

Gerinda Minta Presiden Beri Target Kapolri Usut Pati Pemilik Rekening 'Gendut'

Jakarta,Tribunnews.com-Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Fadli Zon mendesak kepada Presiden SBY untuk berani bertindak, tak hanya sekedar wacana saja dalam keinginannya mengungkap soal rekening gendut para pejabat tinggi (pati) Polri. Kalau isu ini tidak difollow up (ditindaklanjuti), tentu publik akan mempertanyakan komitmen pemerintah dalam menegakkan hukum. Termasuk, makin minimnya kepercayaan publik kepada institusi Polri.


"Masalah rekening Polri itu harus dibongkar karena ini sudah menjadi domain publik. Kalau ini tidak terbongkar dan tidak ada follow up, maka, rakyat makin tidak percaya kepada institusi kepolisian. Seoalah-olah, institusi kepolisian tidak bisa terjamah oleh hukum. Seakan menjadi negara dalam negara," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon kepada tribunnewsn Jumat (9/7).

"Harus ada kejelasan dari Presiden dalam membongkar ini. Sehingga dugaan adanya korupsi di institusi Polri segera terbongkar. Isu ini, jelas merugikan institusi Polri secara keseluruhan. Menguntungkan oknum, merugikan institusi," tembahnya.

Fadli kemudian menegaskan, korupsi yang paling berbahaya adalah, korupsi yang dilakukan oknum institusi penegak hukum. Penjahat berseragam, kata Fadli ada di setiap intitusi hukum termasuk di kepolisian, Kehakiman, maupun Kejaksaan.

"Kalau oknum-oknum di instutusi penegak hukum masih berkeliaran, sampai kiamat pemberantasan korupsi akan sulit diberantas. Oleh karena itu, kami berharap, Presiden tak sekedar memberi himbauan, atau pernyataan, tapi tindakan," tandas Fadli.

"Kalau perlu diberi target. Kalau misalnya Kapolri sekarang tak mampu ungkap isu rekening Pati Polri, ya segera diganti. Cari Kapolri yang mampu seperti masa lalu, Kapolri seperti Hoegeng. Kasihan polisi yang masih muda-muda, rusak karena sistem yang rusak seperti ini," paparnya. (tribunnews/yat)

Tidak ada komentar: